May 2, 2009

Berbaik Sangka (Husnuzhan) harus disertai Perbuatan



Sabda Rasulullah yang menuturkan firman Allah " Aku menurut pransangka hamba-Ku kepada-Ku. Maka, berprasangkalah ia sekehendak hatinya".

Hasan al-Basri mengatakan, "Seorang mukmin akan berprasangka baik kepada Tuhannya, sehingga amal perbuatannya pun akan menjadi baik, sedangkan seorang pendosa akan berprasangka buruk kepada Tuhannya, sehingga amal perbuatannya pun menjadi buruk." Bagaimana seseorang dikatakan berprasangka baik kepada Tuhannya, sementara dirinya 'lari' menjauh dari Tuhan dan berpindah pada kemurkaan-Nya!

Husnuzhan akan menghantarkan hamba untuk beramal saleh. Setiap kali seorang hamba berprasangka baik kepada Allah, maka amalnya jugakan baik. Jika tidak demikian, maka prasangka yang disertai hawa nafsu itu sangat lemah. Sebagaimana yang diriwayatkan Syadad bin Aus r.a bahawa Rasulullah SAW bersabda, " Orang yang bijak adalah orang yang merendahkan dirinya (sehingga menjadi hamba yang taat) dan beramal untuk bekal setelah kematian. Dan orang yang lalai adalah orang yang menuruti hawa nafsunya dan berharap kepada Allah (dengan melalaikan ketaatan)." (HR. Ahmad, al-Hakim, Ibnu Majh, al-Baihaqi, ath-Thabrani).

Allah telah memberitahukan kepada orang yang beriman bahwa sesudah semua itu (menerima cubaan, berjihad dan bersabar), Dia benar-benar akan memberikan pengampunan dan rahmat kepada pelakunya. Orang yang bijak akan meletakkan pengharapan sesuai tempatnya. Sedangkan orang bodoh yang terpedaya akan meletakkan pengharapan tidak sesuai dengan tempatnya, seperti yang telah dinyatakan dalam surah al-Baqarah, ayat 218 dan an-Nahl ayat 110 (sila rujuk tafsir al-Quran).

sumber: Kunci-kunci Pembuka Pintu Rezeki (Majdi asy-Syahawi)

No comments:

Post a Comment